Dokumentasi BAZNAS Lombok Timur
Mengulas Akar Sejarah Zakat di Gumi Selaparang: Kisah Heroik Ali BD Melawan Arus demi Kesejahteraan Umat
23/02/2026 | DATA DAN IT BAZNAS LOTIMLOMBOK TIMUR – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman mantan Bupati Lombok Timur dua periode, Dr. H. Muhammad Ali bin Dahlan, saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran pimpinan dan staf Baznas Kabupaten Lombok Timur. Pertemuan ini bukan sekadar ajang kangen-kangenan, melainkan sebuah sesi "napak tilas" mendalam mengenai sejarah berdirinya badan zakat di daerah tersebut.
Dipandu oleh moderator Jusman Khairul Hadi, S.H., wawancara eksklusif ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Baznas Lombok Timur, Bapak Nurul Hadi, S.S., M.Pd., Kabag Bidang Data dan IT, Abdul Khalik, S.Kom., M.TV, serta para Kasubag dan staf terkait.
Melawan Arus demi Rukun Islam
Dalam penuturannya, sosok yang akrab disapa Ali BD ini mengenang kembali masa-masa sulit tahun 2003, saat dirinya baru menjabat sebagai bupati. Kala itu, ia melihat ketimpangan besar: Lombok Timur kaya akan tokoh agama dan pesantren, namun pilar ekonomi Islam yakni zakat, hampir tidak pernah dibahas secara serius selain zakat fitrah.
"Pikiran saya waktu itu sederhana, kalau orang Islam menjalankan zakat dengan benar, tidak ada lagi orang yang luntang-lantung kelaparan di jalanan," ungkap Ali BD dengan nada tegas.
Namun, niat mulia itu tidak berjalan mulus. Penerapan Zakat Profesi yang digagasnya memicu gelombang penolakan dahsyat. Ali BD bahkan harus menghadapi demonstrasi besar-besaran yang mencoba menjatuhkan kepemimpinannya.
"Silakan Pecat Saya karena Menyuruh Orang Berzakat"
Salah satu momen paling heroik yang diceritakan adalah keberaniannya menghadapi tekanan publik dan pusat. Ali BD mengaku tidak gentar sedikit pun meski dituduh "tidak tahu agama" karena berani mengartikan zakat profesi secara progresif.
"Saya bilang, silakan jatuhkan saya karena saya menyuruh orang berzakat. Saya tidak akan menyesal. Tapi kalau saya dipecat karena melarang orang berzakat, baru nasib saya gelap," kenangnya disambut decak kagum para hadirin.
Kegigihannya berbuah manis. Tim dari Kementerian Dalam Negeri yang datang untuk memeriksa justru berbalik mendukung setelah melihat transparansi pengelolaan zakat di Lombok Timur. Bahkan, banyak daerah lain di Indonesia yang akhirnya datang belajar ke Lombok Timur, menjadikannya sebagai mercusuar gerakan zakat nasional.
Pesan untuk Masa Depan BAZNAS
Di hadapan Sekretaris Baznas dan tim IT, Ali BD menekankan pentingnya menjaga marwah lembaga. Ia berpesan agar dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mereka yang membutuhkan, bukan untuk kepentingan pegawai yang merasa "minus" gajinya karena utang.
Ia juga menaruh harapan besar pada keberlanjutan program monumental seperti Rumah Sakit Islam di Labuan Haji yang dibangun dari dana zakat.
"Rumah sakit itu harus lebih hebat dari rumah sakit pemerintah. Pelayanannya harus canggih. Itu baru kebanggaan umat Islam," tambahnya.
Silaturahmi yang Menginspirasi
Sekretaris Baznas Lombok Timur, Nurul Hadi, menyatakan bahwa wawancara ini merupakan bagian dari upaya menggali data otentik mengenai sejarah zakat untuk didokumentasikan. Kehadiran tim Data dan IT (Abdul Khalik dkk) bertujuan agar nilai-nilai sejarah ini dapat dikemas secara digital dan menjadi edukasi bagi generasi mendatang.
Pertemuan di kediaman tokoh kharismatik ini diakhiri dengan harapan besar agar semangat "berani berbuat untuk umat" yang dimiliki Ali BD tetap mengalir dalam nadi pengelolaan Baznas Lombok Timur saat ini.
Layanan Zakat, Infak, dan Sedekah: Mari terus dukung program kemanusiaan BAZNAS Lombok Timur agar lebih banyak warga yang terbantu. Salurkan kepedulian Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Lombok Timur.
Kontak Informasi & Layanan Muzaki:
Alamat: Jl. Ahmad Yani No. 57, Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (Kode Pos: 83612)
Website: https://kablomboktimur.baznas.go.id/
Email: [email protected]
Facebook: Baznas Lombok Timur
Instagram: baznas_lomboktimur
Tiktok: Baznas Lombok Timur